Seniman Street Art Tiongkok Ciptakan Mural Raksasa dengan Inspirasi dari Mahjong Ways 2
Pertemuan Dua Dunia Visual
Karya mural ini lahir dari pertemuan dua dunia visual yang sama-sama kuat karakternya. Street art dengan bahasa urban yang ekspresif bertemu estetika simbolik dari Mahjong Ways 2 yang kaya warna dan makna. Dari titik temu inilah muncul gagasan untuk menerjemahkan simbol-simbol digital ke dalam ruang publik, agar dapat dinikmati siapa pun yang melintas.
Jejak Kreatif Sang Seniman
Seniman street art asal Shanghai, Li Wei, dikenal dengan gaya graffiti kontemporer yang menggabungkan tradisi Tionghoa dan ritme kota modern. Dalam proyek ini, ia membawa pendekatan khasnya yang spontan namun terukur, memanfaatkan dinding besar sebagai kanvas untuk bercerita tanpa batas frame layar.
Transformasi Simbol Digital ke Ruang Kota
Proses transformasi dimulai dari pengamatan detail visual game, mulai dari bentuk naga yang dinamis hingga phoenix yang anggun. Setiap elemen kemudian diterjemahkan menjadi garis tebal dan sapuan warna yang berani, khas street art. Simbol yang biasanya bergerak di layar kini hadir statis namun tetap terasa hidup melalui skala dan komposisi yang mendominasi ruang.
Proses Penciptaan yang Mengalir
Mural ini dikerjakan secara bertahap, mengikuti alur dinding dan cahaya sekitar. Warna-warna cerah dipilih untuk berinteraksi dengan lingkungan kota, sementara detail simbol disederhanakan agar tetap terbaca dari jarak jauh. Pendekatan ini membuat karya terasa menyatu dengan ritme harian kawasan seni tempat mural tersebut berada.
Landmark Baru di Ruang Publik
Kehadiran mural raksasa ini di distrik seni Jakarta segera menarik perhatian. Bukan hanya penggemar seni jalanan, komunitas gamer pun datang untuk melihat bagaimana dunia game favorit mereka diterjemahkan ke medium berbeda. Dinding yang sebelumnya biasa kini berubah menjadi titik temu berbagai latar belakang.
Resonansi Budaya dan Komunitas
Mural ini memicu percakapan tentang bagaimana budaya digital mempengaruhi seni kontemporer. Bagi sebagian orang, karya ini menjadi simbol keterbukaan seni jalanan terhadap inspirasi modern. Bagi yang lain, ia menjadi bukti bahwa ikon digital dapat memiliki nilai artistik ketika diolah dengan sensitivitas budaya.
Dialog antara Tradisi dan Modernitas
Dengan memadukan naga dan phoenix dalam gaya graffiti, mural ini menghadirkan dialog halus antara tradisi dan modernitas. Simbol-simbol klasik tidak ditampilkan secara literal, melainkan diinterpretasikan ulang agar relevan dengan konteks kota dan generasi saat ini. Hasilnya adalah visual yang terasa akrab sekaligus segar.
Ruang Publik sebagai Galeri Terbuka
Mural ini menegaskan peran ruang publik sebagai galeri terbuka yang hidup. Tanpa tiket dan tanpa batasan waktu, karya tersebut dapat dinikmati siapa saja, kapan saja. Kehadirannya memperluas cara pandang tentang seni, game, dan budaya urban sebagai bagian dari pengalaman visual sehari-hari.
